Usaha RAPP dalam Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca

Sebagai industri manufaktur yang memproduksi kertas dan pulp dalam jumlah besar hingga hasilnya bisa diekspor, PT Riau Andalan Pulp and Paper memiliki kewajiban memenuhi tanggung jawab sosial korporat yang cukup besar baik kepada masyarakat sekitar maupun kepada lingkungan. Dengan tuntutan yang semakin besar dari negara-negara importer kertas dan pulp akan komoditas dari industri ramah lingkungan, RAPP telah membuat persiapan matang agar perusahaan tersebut tidak sekedar melaksanakan program CSR demi memenuhui kuota anggaran untuk program tanggung jawab sosial dan lingkungan korporat, melainkan juga memberi sumbangsih yang lebih besar untuk masa depan. Salah satunya adalah usaha pengurangan emisi gas rumah kaca.

Filosofi Bisnis dan Komitmen untuk Lingkungan

Berbeda dengan perusahaan besar tidak etis yang kerap mengambil kebijakan bertentangan dengan prinsip hijau, program CSR RAPP untuk lingkungan bahkan bisa dibilang sejalan dengan filosofi bisnis perusahaan yang kebetulan terdiri dari tiga prinsip yaitu Planet, People and Profit. Salah satu komitmen RAPP yang sedang digiatkan saat ini adalah penggunaan bahan bakar ramah lingkungan seperti gas dan bahan bakar nabati, yang walaupun belum bisa 100 persen dilakukan, namun perlahan mulai dijadikan prioritas yang sama seperti bahan bakar fosil. Hal ini dilakukan sejak RAPP mendaftar untuk menjalani penghitungan jejak karbon (ditimbulkan oleh penggunan bahan bakar fosil untuk industri) pada tahun 2006.



Yang menakjubkan, proses penghitungan jejak karbon yang dilakukan RAPP bersama dengan Institut Penelitian Lingkungan Swedia ini bahkan mendahului munculnya Peraturan Presiden nomor 61 tahun 2011 yang membahas tentang aksi penurunan emisi gas rumah kaca dalam tingkat nasional; hal ini menunjukkan bahwa RAPP sudah berpikir progresif mengenai keselamatan lingkungan. Walaupun sempat ada keluhan bahwa banyak importer pulp dan kertas di Eropa yang lebih percaya jika perusahaan Indonesia diperiksa jejak karbonnya oleh institusi luar negeri (yang berarti kurang memahami situasi lingkungan dan kondisi negara Indonesia secara nyata), hal ini sudah merupakan kemajuan pesat bagi perusahaan sekelas RAPP untuk menjadi industri ramah lingkungan.


Share This Article Facebook +Google Twitter Digg Reddit